
Banyak orang mengira kalau melamar kerja itu sesederhana klik tombol "Apply", lalu tinggal menunggu HR menghubungi. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Ada kandidat yang mengirim 10 lamaran langsung dipanggil interview. Ada juga yang sudah melamar ke lebih dari 200 lowongan tapi belum mendapat kabar sama sekali.
Apakah HR benar-benar membaca semua CV satu per satu?
Jawabannya: belum tentu.
Kalau kamu sedang mencari pekerjaan, memahami cara kerja JobStreet dan cara kerja LinkedIn bisa membuat peluang CV kamu dilihat recruiter menjadi jauh lebih besar.
Di artikel ini kita akan membahas bagaimana recruiter sebenarnya mencari kandidat, bagaimana algoritma kedua platform bekerja, dan apa yang bisa kamu lakukan agar peluang dipanggil interview meningkat.
Cara Kerja JobStreet Saat Recruiter Mencari Kandidat
Secara sederhana, JobStreet memiliki dua proses yang berbeda.
- Kandidat melamar pekerjaan.
- Recruiter mencari kandidat secara langsung.
Banyak pencari kerja hanya fokus pada proses pertama.
Padahal recruiter sering menggunakan proses kedua.
Misalnya sebuah perusahaan membuka lowongan Digital Marketing.
Alih-alih menunggu ribuan pelamar masuk, recruiter bisa langsung mengetik kata kunci seperti:
- Digital Marketing
- Meta Ads
- SEO Specialist
- Content Creator
Kemudian JobStreet akan menampilkan profil kandidat yang dianggap paling relevan.
Artinya, meskipun kamu tidak pernah melamar perusahaan tersebut, recruiter tetap bisa menemukan profilmu.
Kenapa Ada CV yang Lebih Sering Muncul?
Ini bagian dari cara kerja JobStreet yang jarang dijelaskan.
Sistem akan melihat beberapa hal, seperti:
- Jabatan yang pernah kamu isi.
- Skill yang kamu tulis.
- Pengalaman kerja.
- Lokasi.
- Pendidikan.
- Kelengkapan profil.
- Aktivitas akun.
Semakin lengkap profilmu, semakin mudah sistem memahami siapa dirimu.
Kalau profilmu hanya berisi:
"Fresh Graduate"
Sistem akan kesulitan menentukan kamu cocok untuk posisi apa.
Bandingkan dengan profil seperti ini:
- Fresh Graduate Teknik Informatika
- Front End Developer
- React
- Next.js
- TypeScript
- UI/UX
Profil kedua jauh lebih mudah dipahami oleh sistem pencarian.
Cara Kerja LinkedIn Berbeda dengan JobStreet
Kalau membahas cara kerja LinkedIn, banyak orang menganggap LinkedIn hanya media sosial untuk profesional.
Padahal LinkedIn juga merupakan mesin pencari kandidat terbesar di dunia.
Recruiter biasanya menggunakan fitur pencarian berdasarkan:
- Job title
- Skill
- Lokasi
- Industri
- Pengalaman kerja
- Pendidikan
- Sertifikasi
Semakin lengkap profilmu, semakin besar peluang muncul di hasil pencarian recruiter.
Karena itulah banyak recruiter bahkan tidak memasang lowongan terlebih dahulu.
Mereka langsung mencari kandidat yang sesuai.
Cari Kerja di LinkedIn Tidak Selalu Harus Melamar
Ini kesalahan yang masih sering dilakukan.
Banyak orang hanya membuka menu Jobs lalu mengirim lamaran sebanyak mungkin.
Padahal saat cari kerja di LinkedIn, ada beberapa cara recruiter menemukan kandidat.
1. Melalui hasil pencarian
Recruiter mencari kata kunci tertentu.
Misalnya:
- UI Designer
- Data Analyst
- Sales Executive
Kalau profilmu relevan, kamu bisa muncul di hasil pencarian.
2. Melalui aktivitas
LinkedIn juga memperhatikan aktivitas pengguna.
Misalnya:
- Update pengalaman kerja.
- Menambahkan skill baru.
- Membagikan portofolio.
- Memberikan komentar profesional.
- Mengunggah hasil proyek.
Profil yang aktif cenderung lebih menarik dibanding akun yang bertahun-tahun tidak pernah diperbarui.
3. Melalui koneksi
Kadang recruiter menemukan kandidat karena ada koneksi bersama.
Misalnya:
- Alumni kampus yang sama.
- Pernah bekerja di perusahaan yang sama.
- Memiliki mutual connection.
Jaringan profesional masih memiliki pengaruh dalam proses rekrutmen.
LinkedIn vs JobStreet, Mana yang Lebih Bagus?
Sebenarnya pertanyaan LinkedIn vs JobStreet tidak memiliki jawaban mutlak.
Keduanya punya fungsi yang berbeda.
| JobStreet | LinkedIn | | ---------------------------------------- | --------------------------------------------------------- | | Fokus mencari lowongan | Fokus membangun profil profesional | | Banyak digunakan perusahaan di Indonesia | Banyak digunakan perusahaan nasional maupun internasional | | Cocok untuk melamar pekerjaan | Cocok untuk membangun personal branding | | Recruiter aktif mencari kandidat | Recruiter juga aktif melakukan headhunting |
Kalau tujuanmu ingin mendapat peluang kerja lebih besar, sebaiknya gunakan keduanya sekaligus.
Karena banyak recruiter memasang lowongan di JobStreet, tetapi mencari kandidat tambahan melalui LinkedIn.
Kenapa Sudah Melamar Banyak Tapi Tidak Dipanggil?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul.
Banyak orang mengira masalahnya ada pada jumlah lamaran.
Padahal sering kali masalahnya ada pada kualitas profil.
Beberapa penyebab umum antara lain:
- CV kurang relevan dengan posisi.
- Skill tidak ditulis dengan jelas.
- Job title terlalu umum.
- Profil LinkedIn belum lengkap.
- Kata kunci yang digunakan tidak sesuai dengan posisi yang dilamar.
- Portofolio belum dicantumkan.
Recruiter biasanya hanya membutuhkan beberapa detik untuk memutuskan apakah akan melanjutkan membaca profilmu atau tidak.
Karena itu, informasi yang paling penting harus langsung terlihat.
Tips Agar Profilmu Lebih Mudah Ditemukan Recruiter
Kalau ingin peluang dipanggil interview meningkat, coba lakukan beberapa hal berikut.
Gunakan job title yang jelas
Daripada hanya menulis:
Staff
Lebih baik tulis:
- Admin Finance
- Graphic Designer
- SEO Specialist
- Customer Service
Job title yang spesifik lebih mudah dikenali oleh sistem pencarian.
Tambahkan skill yang relevan
Jangan hanya mengandalkan pengalaman kerja.
Tuliskan skill yang benar-benar kamu kuasai, misalnya:
- Microsoft Excel
- Canva
- SQL
- Figma
- Google Ads
- Meta Ads
- React
- Python
Skill adalah salah satu informasi yang paling sering digunakan recruiter saat mencari kandidat.
Lengkapi pengalaman kerja
Jangan hanya menulis nama perusahaan.
Tambahkan juga pencapaian yang pernah kamu raih.
Contohnya:
❌ Bertanggung jawab mengelola media sosial.
Lebih baik menjadi:
✅ Mengelola akun Instagram perusahaan hingga meningkatkan engagement sebesar 45% dalam 6 bulan.
Angka membuat pengalamanmu jauh lebih meyakinkan.
Update profil secara berkala
Profil yang diperbarui secara rutin menunjukkan bahwa kamu masih aktif mencari peluang kerja.
Tambahkan:
- Sertifikat baru.
- Pengalaman freelance.
- Proyek kuliah.
- Portofolio.
- Pelatihan.
Semua itu bisa menjadi nilai tambah di mata recruiter.
Jangan Hanya Fokus Mengirim Lamaran
Banyak pencari kerja menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengirim ratusan lamaran.
Padahal, menghabiskan waktu 30 menit untuk memperbaiki CV dan profil LinkedIn sering kali memberikan hasil yang lebih baik.
Ingat, recruiter tidak hanya melihat siapa yang paling cepat melamar.
Mereka juga mencari kandidat yang paling relevan dengan posisi yang sedang dibuka.
Semakin mudah profilmu dipahami oleh sistem maupun recruiter, semakin besar peluangmu untuk dipanggil interview.
Kesimpulan
Memahami cara kerja JobStreet dan cara kerja LinkedIn bisa mengubah cara kamu mencari pekerjaan.
Alih-alih hanya mengirim lamaran sebanyak mungkin, fokuslah membangun profil yang jelas, lengkap, dan relevan. Dengan begitu, kamu tidak hanya bisa menemukan lowongan, tetapi juga berpeluang ditemukan oleh recruiter.
Kalau kamu ingin peluang dipanggil interview lebih besar, mulailah dari CV yang rapi, mudah dibaca, dan menonjolkan pengalaman serta skill yang paling relevan. Karena sebelum recruiter mengenal siapa kamu, mereka akan mengenalmu lewat CV dan profil profesionalmu terlebih dahulu.