
Banyak orang merasa bingung saat ingin melamar pekerjaan baru, tapi pengalaman kerja sebelumnya terasa “tidak nyambung”. Akhirnya muncul pertanyaan: harus dimasukkan atau tidak ya di CV?
Tenang, kamu tidak sendirian. Justru di sinilah pentingnya memahami cara menulis pengalaman kerja yang tepat agar tetap relevan dengan posisi yang kamu incar.
Di artikel ini, kita akan bahas bagaimana cara menyiasati pengalaman kerja yang berbeda bidang supaya tetap bisa jadi nilai plus di CV kamu.
Apakah Pengalaman yang Tidak Relevan Harus Dihapus?
Secara umum, kalau riwayat kerja kamu benar-benar tidak ada kaitannya dengan pekerjaan yang kamu lamar, memang lebih baik tidak perlu dimasukkan.
Tapi ada cara yang lebih cerdas.
Daripada langsung menghapus, kamu bisa mengubah cara menulis pengalaman kerja tersebut supaya tetap relevan dan mendukung posisi yang kamu lamar.
Fokus ke Skill, Bukan Jabatan
Kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu fokus pada judul pekerjaan, bukan pada skill yang dimiliki.
Padahal HRD tidak hanya melihat jabatan, tapi juga kemampuan yang bisa kamu bawa ke posisi baru.
Contoh Kasus
Kamu pernah jadi kepala gudang, tapi sekarang mau melamar sebagai admin toko.
Sekilas memang tidak nyambung. Tapi kalau kamu tahu cara menulis pengalaman kerja dengan benar, ini justru bisa jadi nilai tambah.
Cara Menulis Pengalaman Kerja yang Tetap Relevan
Berikut cara yang bisa kamu lakukan:
1. Ambil Skill yang Bisa Dipindahkan (Transferable Skills)
Fokus pada kemampuan yang masih relevan, seperti:
- Manajemen waktu
- Pengelolaan data barang
- Administrasi stok
- Koordinasi tim
- Ketelitian dalam pencatatan
Contohnya, daripada menulis:
Bertanggung jawab atas operasional gudang
Lebih baik ubah jadi:
Mengelola pencatatan stok barang secara rapi dan akurat serta memastikan data selalu up-to-date
Ini adalah inti dari cara menulis pengalaman kerja yang efektif: ubah sudut pandang, bukan pengalaman.
2. Gunakan Bahasa yang Sesuai dengan Posisi yang Dilamar
Sesuaikan kata-kata yang kamu gunakan dengan pekerjaan target.
Kalau kamu melamar sebagai admin, gunakan kata-kata seperti:
- Menginput data
- Mengelola dokumen
- Administrasi
- Reporting
Dengan begitu, pengalaman lama kamu terasa lebih nyambung.
3. Tunjukkan Dampak, Bukan Hanya Tugas
HRD lebih tertarik pada hasil, bukan hanya pekerjaan yang kamu lakukan.
Contoh:
Mengatur keluar masuk barang di gudang
Ubah menjadi:
Mengelola sistem keluar masuk barang sehingga mengurangi kesalahan pencatatan hingga 20%
Ini adalah bagian penting dalam cara menulis pengalaman kerja yang sering diabaikan.
4. Tetap Jujur, Tapi Strategis
Jangan mengada-ada pengalaman. Tapi kamu bisa menyusun ulang penjelasannya agar lebih relevan.
Intinya:
- Jangan bohong
- Tapi jangan juga terlalu mentah menjelaskan pengalaman
Kenapa Ini Penting?
Kalau kamu asal menulis, HRD bisa langsung merasa:
“Ini orang tidak cocok dengan posisi yang dilamar.”
Tapi kalau kamu memahami cara menulis pengalaman kerja, persepsi itu bisa berubah jadi:
“Walaupun background-nya beda, skill-nya bisa dipakai.”
Dan di situlah peluang kamu terbuka.
Tips Tambahan Agar CV Makin Kuat
- Gunakan format yang rapi dan mudah dibaca
- Sesuaikan CV dengan setiap lowongan (jangan kirim template yang sama)
- Tambahkan skill yang relevan di bagian khusus
- Gunakan kata kunci seperti: administrasi, data entry, manajemen waktu, komunikasi
Baca juga: Cara Menyusun Lamaran Kerja dari Admin ke Data, Digital & Creative
Baca juga: Pindah Karier Tapi CV Masih Terlihat Relevan? Ini Caranya
Baca juga: Takut HRD Nolak Career Switch? 12 Tips Perbaiki CV dari Sini
Baca juga: Career Switch Tanpa Pengalaman Langsung: Apa yang Bisa Ditulis di CV?
Kesimpulan
Pengalaman kerja yang tidak nyambung bukan berarti tidak berguna.
Dengan memahami cara menulis pengalaman kerja, kamu tetap bisa memasukkan pengalaman tersebut sebagai pendukung CV kamu.
Kuncinya ada di:
- Mengambil skill yang relevan
- Mengubah cara penyampaian
- Menyesuaikan dengan posisi yang dilamar
Jadi, daripada menghapus pengalaman lama, lebih baik optimalkan.
Karena bisa jadi, justru dari pengalaman itulah kamu terlihat lebih unggul dibanding kandidat lain.
Kalau kamu masih bingung menyusun CV yang tepat, kamu bisa mulai dengan memahami lebih dalam tentang cara menulis pengalaman kerja agar CV kamu tidak hanya rapi, tapi juga menjual di mata HRD.