
Sudah kirim CV, sudah menunggu beberapa hari, tapi belum ada kabar dari HRD?
Tenang, kamu tidak sendirian. Dalam proses mencari kerja, menunggu setelah mengirim lamaran memang bisa bikin overthinking. Apalagi kalau posisi yang kamu incar benar-benar kamu inginkan.
Tapi, tidak ada kabar bukan berarti lamaranmu ditolak. Bisa saja HRD masih melakukan screening CV, menunggu keputusan user, atau sedang menangani banyak lamaran sekaligus.
Di sinilah follow up bisa membantu.
Follow up setelah melamar kerja menunjukkan bahwa kamu masih tertarik dengan posisi tersebut. Namun, ada cara yang tepat supaya pesanmu tetap profesional dan tidak terkesan mengejar-ngejar HRD.
Artikel ini akan membahas cara follow up HRD setelah melamar kerja, kapan waktu yang tepat, contoh chat follow up, hingga kesalahan yang perlu kamu hindari.
Apakah Boleh Follow Up HRD Setelah Melamar Kerja?
Boleh.
Follow up setelah melamar kerja merupakan hal yang wajar selama dilakukan dengan sopan dan pada waktu yang tepat.
Bahkan, follow up bisa menjadi kesempatan untuk mengingatkan HRD mengenai lamaranmu.
Misalnya, kamu melamar posisi Marketing melalui email atau platform lowongan kerja. Setelah beberapa hari belum mendapatkan kabar, kamu bisa mengirim pesan singkat seperti:
"Halo Kak, saya Agung. Beberapa hari lalu saya mengirimkan lamaran untuk posisi Digital Marketing. Saya ingin menanyakan apakah proses rekrutmen untuk posisi tersebut masih berlangsung. Saya masih sangat tertarik dengan kesempatan untuk bergabung."
Pesannya singkat, jelas, dan tidak menuntut HRD untuk langsung memberikan jawaban.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up HRD?
Jangan langsung mengirim pesan beberapa jam setelah mengirim CV.
HRD mungkin masih perlu waktu untuk membaca dan menyaring lamaran yang masuk.
1. Follow up setelah 3–5 hari kerja
Ini merupakan waktu yang cukup aman jika perusahaan tidak memberikan informasi mengenai timeline rekrutmen.
Misalnya kamu mengirim lamaran hari Senin.
Kamu bisa mempertimbangkan follow up sekitar Kamis atau Jumat.
Kalau perusahaan sedang membuka banyak posisi, prosesnya mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Jadi, jangan langsung menganggap lamaranmu ditolak hanya karena belum mendapatkan respons.
2. Ikuti timeline yang diberikan perusahaan
Ini lebih penting.
Kalau pada lowongan tertulis:
"Kandidat yang lolos akan dihubungi dalam 7 hari."
Sebaiknya tunggu sampai periode tersebut selesai sebelum melakukan follow up.
3. Jika sudah interview, follow up sesuai timeline
Kalau HRD mengatakan:
"Nanti kami kabari minggu depan."
Tunggu sampai waktu tersebut lewat.
Setelah itu, kamu bisa mengirim pesan untuk menanyakan perkembangan proses rekrutmen.
Cara Follow Up HRD Setelah Melamar Kerja
Follow up bukan sekadar bertanya:
"Kak, sudah ada kabar?"
Pesan seperti itu terlalu singkat dan tidak memberikan konteks.
Gunakan struktur sederhana berikut.
1. Sapa HRD dengan sopan
Mulai dengan salam dan sapaan.
Contoh:
"Halo Kak, selamat siang."
Kalau kamu mengetahui nama HRD-nya, akan lebih baik menggunakan nama.
"Halo Kak Dinda, selamat siang."
Tidak perlu terlalu formal jika komunikasi sebelumnya memang menggunakan gaya bahasa santai.
2. Perkenalkan diri
HRD bisa menangani banyak kandidat sekaligus. Karena itu, jangan membuat mereka menebak siapa kamu.
Sebutkan nama dan posisi yang kamu lamar.
Contoh:
"Saya Agung, sebelumnya saya mengirimkan lamaran untuk posisi Digital Marketing melalui Jobstreet pada hari Senin."
Informasi sederhana seperti ini membantu HRD menemukan data lamaranmu.
3. Sampaikan tujuan follow up
Langsung jelaskan bahwa kamu ingin mengetahui perkembangan proses rekrutmen.
Contoh:
"Saya ingin melakukan follow up terkait proses rekrutmen untuk posisi tersebut. Apakah proses seleksinya masih berlangsung?"
Tidak perlu membuat pesan terlalu panjang.
4. Tunjukkan ketertarikan
Kamu juga bisa kembali menunjukkan bahwa kamu tertarik dengan posisi tersebut.
Contoh:
"Saya masih sangat tertarik dengan posisi tersebut dan berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya."
Kalimat ini lebih baik daripada mengatakan:
"Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini."
Keduanya mungkin jujur, tetapi dalam konteks profesional, fokuslah pada ketertarikan dan kecocokanmu dengan posisi, bukan kondisi pribadi.
5. Tutup dengan sopan
Akhiri pesan tanpa memberikan tekanan kepada HRD.
Contoh:
"Terima kasih atas waktunya, Kak. Saya menunggu informasinya."
Selesai.
Tidak perlu menambahkan lima paragraf penjelasan.
Contoh Chat Follow Up HRD Setelah Melamar Kerja
Berikut beberapa contoh yang bisa kamu sesuaikan.
Contoh 1 — Follow Up Setelah Mengirim CV
Halo Kak, selamat siang.
Saya Agung. Beberapa hari lalu saya mengirimkan lamaran untuk posisi Digital Marketing di [Nama Perusahaan].
Saya ingin melakukan follow up terkait proses rekrutmen untuk posisi tersebut. Apakah proses seleksinya masih berlangsung?
Saya masih sangat tertarik dengan kesempatan tersebut dan siap mengikuti proses seleksi selanjutnya jika diberikan kesempatan.
Terima kasih atas waktunya, Kak.
Contoh 2 — Follow Up Lewat WhatsApp
Halo Kak [Nama HRD], selamat siang. Saya [Nama]. Sebelumnya saya sudah mengirimkan lamaran untuk posisi [Nama Posisi] pada [tanggal].
Saya ingin menanyakan apakah ada update terkait proses rekrutmennya. Saya masih sangat tertarik dengan posisi tersebut.
Terima kasih, Kak. Saya menunggu informasinya.
Untuk WhatsApp, format seperti ini sudah cukup.
Tidak perlu membuat pesan terlalu formal seperti surat lamaran.
Contoh 3 — Setelah Interview
Kalau kamu sudah mengikuti interview tetapi belum mendapatkan kabar, kamu bisa menggunakan format berikut:
Halo Kak [Nama HRD], selamat siang.
Saya [Nama], kandidat untuk posisi [Nama Posisi] yang sebelumnya mengikuti interview pada [tanggal].
Saya ingin menanyakan apakah sudah ada update mengenai proses rekrutmen untuk posisi tersebut. Saya masih sangat tertarik dengan kesempatan untuk bergabung dengan [Nama Perusahaan].
Terima kasih atas waktunya, Kak. Saya menunggu kabar selanjutnya.
Kalau HRD Tidak Membalas Follow Up, Harus Bagaimana?
Ini bagian yang sering membuat pencari kerja overthinking.
Kamu sudah mengirim CV.
Sudah follow up.
Tapi tetap tidak ada balasan.
Jangan langsung mengirim pesan setiap hari.
Tidak mendapatkan respons bisa terjadi karena banyak alasan. Bisa saja proses rekrutmen ditunda, posisi sudah terisi, HRD belum sempat membalas, atau lamaranmu memang belum masuk tahap berikutnya.
Kalau sudah melakukan satu kali follow up dan tetap tidak mendapatkan respons, berikan waktu.
Kamu juga bisa menganggap proses tersebut belum memberikan kepastian dan tetap melamar ke perusahaan lain.
Jangan menggantungkan seluruh pencarian kerja pada satu lowongan.
Berapa Kali Sebaiknya Follow Up HRD?
Tidak ada angka mutlak untuk semua perusahaan.
Namun, untuk satu lamaran, kamu bisa menggunakan pendekatan sederhana:
Kirim lamaran → tunggu beberapa hari kerja → follow up sekali → tunggu respons.
Jika setelah itu tidak ada kabar, lebih baik fokus melanjutkan pencarian kerja lainnya.
Hindari mengirim:
"Kak, ada update?"
setiap hari.
Follow up yang terlalu sering justru bisa membuat komunikasi terlihat kurang profesional.
Kesalahan Saat Follow Up HRD yang Harus Dihindari
1. Follow Up Terlalu Cepat
Baru mengirim CV pagi hari, lalu siang harinya bertanya:
"Kak, lamaran saya sudah dilihat?"
Sebaiknya jangan.
Berikan HRD waktu untuk memproses lamaranmu.
2. Mengirim Pesan Berkali-kali
Hindari mengirim:
"Halo Kak."
Kemudian beberapa menit kemudian:
"Kak?"
Lalu:
"Ada update untuk lamaran saya?"
Kamu mungkin sedang menunggu dengan cemas, tetapi HRD bisa saja sedang bekerja atau belum sempat membuka pesan.
Sampaikan kebutuhanmu dalam satu pesan yang lengkap.
3. Menuntut Jawaban
Hindari kalimat seperti:
"Kenapa belum ada kabar?"
atau:
"Saya sudah lama menunggu, apakah saya diterima?"
Lebih baik gunakan bahasa yang memberikan ruang kepada HRD untuk menjawab.
4. Terlalu Panjang
Follow up bukan tempat untuk mengulang seluruh pengalaman kerja di CV.
HRD tidak perlu membaca cerita panjang mengenai alasan kamu membutuhkan pekerjaan tersebut.
Cukup:
Siapa kamu → posisi yang dilamar → kapan melamar → tujuan follow up → ketertarikan.
5. Tidak Mengecek Kembali Pesan
Sebelum mengirim, pastikan nama perusahaan dan posisi yang kamu sebutkan benar.
Jangan sampai kamu melamar:
Digital Marketing di Perusahaan A
tetapi pesan follow up menyebut:
Social Media Specialist di Perusahaan B.
Kesalahan kecil seperti ini bisa membuat kamu terlihat kurang teliti.
Follow Up Saja Tidak Cukup
Follow up memang bisa membantu menjaga komunikasi dengan HRD. Tetapi jangan lupa bahwa CV tetap menjadi salah satu bagian penting dalam tahap awal rekrutmen.
Bayangkan HRD menerima puluhan bahkan ratusan CV untuk satu posisi.
CV yang sulit dibaca, terlalu panjang, atau tidak menunjukkan kemampuan yang relevan bisa membuat lamaranmu kurang menarik untuk dilanjutkan.
Karena itu, sebelum sibuk memikirkan cara follow up, pastikan CV-mu sudah siap.
CV yang baik seharusnya:
- Mudah dibaca dalam waktu singkat
- Menampilkan pengalaman yang relevan
- Menjelaskan pencapaian, bukan hanya tugas
- Menggunakan format yang rapi
- Menyesuaikan isi CV dengan posisi yang dilamar
- Tidak dipenuhi informasi yang tidak relevan
Misalnya, jangan hanya menulis:
"Mengelola media sosial perusahaan."
Lebih kuat jika ditulis:
"Mengelola konten Instagram dan TikTok perusahaan serta meningkatkan engagement melalui strategi konten mingguan."
Kamu tidak hanya menjelaskan apa yang kamu kerjakan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kontribusimu.
Jangan Hanya Menunggu HRD
Mencari kerja di kondisi pasar kerja yang kompetitif memang tidak selalu mudah.
Karena itu, jangan menggunakan strategi:
1 CV → 1 perusahaan → menunggu → berharap.
Coba gunakan pendekatan:
Buat CV yang kuat → lamar posisi yang sesuai → follow up → lanjut mencari lowongan lain.
Semakin banyak lamaran yang relevan dan berkualitas yang kamu kirim, semakin besar peluangmu mendapatkan panggilan interview.
Tapi ingat, jangan asal menyebar CV ke semua lowongan.
Lebih baik mengirim 10 lamaran yang benar-benar sesuai dengan kemampuanmu daripada mengirim 50 lamaran dengan CV yang sama sekali tidak disesuaikan.
Baca juga: Cara Membuat Spreadsheet untuk Tracking Lamaran Kerja
Sebelum Follow Up, Pastikan CV-mu Sudah Siap
Kalau kamu sedang aktif mencari kerja, jangan berhenti hanya karena satu perusahaan belum memberikan kabar.
Gunakan waktu menunggu untuk memperbaiki CV, mencari lowongan baru, latihan interview, dan meningkatkan skill yang dibutuhkan posisi incaranmu.
Kamu juga bisa menggunakan buatcv.id untuk membuat CV yang lebih rapi dan profesional.
Mulai dari template CV, susunan pengalaman, sampai bagaimana membuat isi CV lebih relevan dengan pekerjaan yang kamu incar, semuanya perlu diperhatikan agar CV-mu tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga mampu menunjukkan kenapa kamu layak dipertimbangkan.
Ingat:
Follow up yang baik bukan tentang membuat HRD merasa harus membalasmu. Follow up adalah cara menunjukkan bahwa kamu serius dengan kesempatan yang kamu lamar.
Tetap profesional, jangan terlalu sering menunggu satu perusahaan, dan terus buka peluang lainnya.
Karena dalam mencari kerja, satu penolakan bukan berarti perjalananmu selesai. Bisa jadi pekerjaan yang paling cocok justru ada di lamaran berikutnya.
Cari kerja dengan lebih siap bersama buatcv.id.
Baca juga: Hari Apa HRD Paling Sering Membuka Lamaran?