
Membuat CV terlihat sederhana, tapi faktanya banyak pelamar kerja gagal hanya karena kesalahan membuat CV yang sebenarnya sepele. Terutama buat Gen Z yang baru masuk dunia kerja, sering kali tidak sadar bahwa ada beberapa isi CV yang justru membuat kita terlihat kurang profesional.
Nah, supaya CV kamu makin rapi, relevan, dan dilirik HRD, berikut beberapa hal yang sebaiknya dihapus dari CV karena termasuk dalam daftar kesalahan dalam membuat CV yang paling sering terjadi.
Baca juga: Cara Menyesuaikan CV dengan Lowongan Kerja yang Dilamar
1. Foto yang Tidak Profesional
Foto selfie, foto dengan filter berlebihan, atau foto hasil crop dari foto bareng teman termasuk kesalahan membuat CV yang sangat umum.
Hindari:
- Foto pakai filter
- Foto liburan
- Foto blur atau terlalu gelap
Gunakan:
- Latar polos
- Pakaian rapi
- Ekspresi netral dan profesional
2. Alamat Lengkap yang Terlalu Detail
Menuliskan alamat rumah lengkap sampai RT/RW sekarang sudah tidak relevan. Ini termasuk kesalahan dalam membuat CV karena bisa mengganggu privasi dan tidak terlalu dibutuhkan.
Cukup tulis:
- Kota domisili
Contoh: Bandung, Jawa Barat
3. Informasi Pribadi yang Tidak Perlu
Beberapa data pribadi sering dimasukkan padahal tidak relevan, seperti:
- Tinggi badan
- Berat badan
- Status pernikahan
- Agama (kecuali diminta)
Ini adalah kesalahan membuat CV karena HRD fokus pada skill dan pengalaman, bukan data personal yang tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan.
4. Riwayat Pendidikan yang Terlalu Lama
Menuliskan riwayat dari SD sampai SMA adalah kesalahan dalam membuat CV yang sering dilakukan fresh graduate.
Idealnya:
- Cukup tulis pendidikan terakhir atau 2 jenjang terakhir
Contoh: - S1 Teknik Informatika – 2021–2025
- SMA Negeri 1 Jakarta – 2018–2021
5. Pengalaman yang Tidak Relevan
Pernah kerja part-time di tempat yang tidak ada hubungannya dengan posisi yang dilamar? Boleh dicantumkan, tapi kalau terlalu banyak, ini bisa jadi kesalahan membuat CV.
Tips:
- Pilih pengalaman yang relevan
- Fokus pada skill yang bisa ditransfer
Baca juga: Apakah Sertifikat Online Perlu Dicantumkan di CV?
6. Skill yang Terlalu Umum
Menulis skill seperti:
- Bisa Microsoft Word
- Bisa mengetik
Tanpa penjelasan detail adalah kesalahan dalam membuat CV.
Lebih baik:
- Microsoft Excel (Pivot Table, VLOOKUP)
- Adobe Photoshop (basic photo editing)
7. Desain CV Terlalu Ramai
Desain terlalu penuh warna, font aneh, dan ikon berlebihan termasuk kesalahan membuat CV yang sering dilakukan Gen Z.
Ingat:
- HRD lebih suka CV yang rapi dan mudah dibaca
- Gunakan maksimal 2 font
- Warna secukupnya
8. Typo dan Tata Bahasa yang Berantakan
Salah ketik adalah kesalahan dalam membuat CV yang paling fatal.
Sebelum kirim:
- Baca ulang
- Gunakan spell checker
- Minta teman untuk review
Baca juga: Cara Menyusun Urutan Informasi CV yang Mudah Dibaca HRD
Kesimpulan
Banyak pelamar gagal bukan karena kurang pintar, tapi karena melakukan kesalahan membuat CV yang sebenarnya bisa dihindari. Dengan menghapus hal-hal yang tidak perlu dan memperbaiki kesalahan dalam membuat CV, peluang kamu untuk dipanggil interview akan jauh lebih besar.
Ingat, CV adalah kesan pertama. Buatlah sebersih, sesederhana, dan seprofesional mungkin.
Kalau kamu ingin membuat CV yang rapi, ATS-friendly, dan cepat jadi, kamu bisa mencoba aplikasi pembuat CV online yang sesuai dengan standar rekrutmen saat ini.