
Bayangkan ini: kamu sudah menghabiskan berjam-jam menyusun CV. Dengan sedikit grogi, kamu kirimkan lamaran. Namun beberapa hari kemudian… kabar ditolak datang. Gelisah, kamu bertanya-tanya, apa yang salah?
Ini kesalahanku dulu saat membuat CV yang sebenarnya sepele, tapi fatal dampaknya. Mari kita bahas dengan ringan supaya kamu bisa memperbaiki CV-mu sebelum terlambat.
1. Format Berantakan dan Susah Dibaca
Coba bayangkan posisi HRD. Di hadapanmu ada dua CV: satu rapi dengan font konsisten, satu lagi penuh warna mencolok, spasi acak. Mana yang lebih nyaman dibaca?
Inilah salah satu kesalahan membuat CV paling umum:
- Layout tidak konsisten (font, ukuran, spasi).
- Warna dan grafis berlebihan sehingga poin penting malah tenggelam.
Tips praktis: gunakan template clean dan modern. Di buatcv.id, kamu bisa pilih template yang sudah didesain profesional—tinggal isi data, CV langsung siap kirim.
2. Informasi Tidak Relevan, Terlalu Panjang
CV bukan riwayat hidup penuh, tapi ringkasan nilai yang paling penting untuk posisi yang kamu incar.
Kesalahan yang sering terjadi:
- Memasukkan pengalaman yang tidak relevan dengan posisi.
- Menulis cerita terlalu panjang hingga HRD kehilangan fokus.
Solusi: fokus pada pengalaman, skill, dan pencapaian yang relevan dengan posisi yang kamu lamar.
3. Typo & Bahasa Tidak Konsisten
Saya pernah melihat CV yang menulis “pengelolaan project” di satu bagian, “manajement” di bagian lain. Typo dan bahasa yang tidak konsisten membuat CV tampak kurang serius.
Tips sederhana:
- Gunakan satu gaya bahasa dan ejaan.
- Periksa kembali setelah selesai menulis, atau minta orang lain review.
Kesalahan membuat CV seperti ini sebenarnya mudah dihindari asal kamu teliti.
4. Tidak Menonjolkan Pencapaian Nyata
Kalimat “bertanggung jawab meningkatkan penjualan” terasa hambar dibanding “meningkatkan penjualan 20% dalam 6 bulan”. HRD lebih tertarik pada bukti konkret dibandingkan klaim umum.
Tips: gunakan angka, persentase, atau hasil nyata untuk memperkuat pengalamanmu.
5. Tidak Menyesuaikan dengan Job Description
Satu CV untuk semua lowongan? HRD bisa langsung skip.
Solusinya: sesuaikan kata kunci dan highlight bagian dari job description di CV kamu. Ini membantu HRD (bahkan sistem ATS) menemukan kecocokan di antara ratusan pelamar.
6. Tidak Memakai Format ATS-Friendly
Banyak perusahaan besar menggunakan ATS (Applicant Tracking System) untuk menyaring CV.
Kesalahan umum:
- Teks penting ditaruh di gambar (ATS tidak bisa membaca).
- Menggunakan tabel kompleks.
Gunakan format simpel dengan heading jelas seperti “Pengalaman Kerja”, “Pendidikan”, “Keahlian” agar sistem mudah membacanya. Untuk referensi lebih detail, kamu bisa baca panduan resmi dari Indeed: How to Write a Resume for an Applicant Tracking System (ATS).
7. Kontak Tidak Jelas
Ada CV bagus tapi tidak mencantumkan nomor telepon, atau memakai email kurang profesional seperti “[email protected]”. HRD bisa bingung atau ragu.
Pastikan:
- Email profesional ([email protected]).
- Nomor telepon aktif dan LinkedIn jika ada.
Sederhana tapi penting. Banyak lamaran bagus berhenti di sini hanya karena kontak sulit dihubungi.
Ringkasan Singkat
Dengan menghindari kesalahan membuat CV di atas—format rapi, ringkas, bebas typo, pencapaian jelas, ATS-friendly—peluangmu lolos screening HRD akan jauh lebih besar.
Baca Juga di buatcv.id
Untuk melengkapi pemahamanmu, cek juga artikel kami:
- Cara Menulis Tanggung Jawab Pekerjaan di CV Biar HRD Tertarik — tips menulis tanggung jawab pekerjaan agar lebih menarik.
- Perbedaan CV dan Resume, Mana yang Lebih Tepat untuk Lamaran Kerja di Indonesia — panduan memilih format yang sesuai kebutuhanmu.
Dua artikel di atas akan membantumu menyusun CV yang lebih tepat sasaran dan profesional.
Kesimpulan
Hal-hal Diatas terkesan sederhana, tapi bisa jadi sangat berpengaruh. Dengan menghindari kesalahan membuat CV seperti di atas, peluangmu diterima HRD akan naik signifikan.
Kalau kamu ingin cepat dan mudah perbaiki CV-mu, coba tools dari buatcv.id tinggal pilih template, isi data, dan CV profesionalmu siap dalam hitungan menit. Semoga sukses, ya!