
Banyak pencari kerja merasa CV mereka sudah bagus. Desain rapi, pengalaman kerja sudah ditulis, bahkan sudah mencoba berbagai template menarik. Tapi anehnya, lamaran kerja tetap sepi panggilan interview.
Kalau kamu mengalami hal yang sama, kemungkinan ada beberapa kesalahan dalam membuat CV yang sering tidak disadari. Hal-hal kecil ini bisa membuat CV kamu tidak dilirik HRD, bahkan tidak pernah sampai dibaca manusia karena gagal melewati sistem seleksi.
Artikel ini akan membahas penyebab CV tidak dipanggil HRD, miskonsepsi yang sering terjadi, dan cara memperbaiki CV agar dipanggil interview. Kamu juga bisa cek tanda-tanda CV yang kurang menjual di mata HRD untuk evaluasi lebih menyeluruh.
1. Gunakan Format yang Jelas dan Rapi
Pilih desain yang bersih dan gampang dibaca. Hindari penggunaan font yang aneh-aneh atau terlalu rame. Format sederhana justru bikin HRD lebih cepat ngerti isi CV kamu.
Banyak orang menghabiskan waktu memilih template CV yang terlihat keren, penuh warna, atau banyak ikon. Padahal bagi HRD, yang paling penting bukan desainnya, tetapi isi CV tersebut.
CV yang terlalu ramai justru sering sulit dibaca. Bahkan dalam banyak kasus, CV seperti ini sulit diproses oleh sistem ATS (Applicant Tracking System).
Jika kamu ingin CV yang disukai HRD, sebaiknya gunakan format yang:
- Sederhana
- Mudah dibaca
- Tidak terlalu banyak grafik atau elemen dekoratif
Desain yang rapi memang penting, tetapi isi CV tetap harus menjadi fokus utama.
2. CV Tidak Menjelaskan Nilai yang Kamu Berikan
Banyak CV hanya berisi daftar tugas pekerjaan. Misalnya:
- Mengelola media sosial
- Membuat laporan
- Mengurus administrasi
Masalahnya, ini tidak menjelaskan apa dampak pekerjaan kamu.
HRD sebenarnya ingin tahu hal seperti:
- Apa yang kamu capai
- Apakah ada peningkatan hasil kerja
- Apakah ada target yang berhasil dicapai
Contohnya, daripada menulis:
Mengelola media sosial perusahaan
Lebih baik menulis:
Mengelola media sosial dan meningkatkan engagement sebesar 40% dalam 6 bulan.
Hal seperti ini membuat CV lebih kuat dan menjadi salah satu cara agar CV dilirik HRD.
3. Tidak Menyesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar
Banyak pencari kerja hanya buat CV satu kali, lalu mengirimkannya ke banyak perusahaan tanpa perubahan.
Padahal setiap pekerjaan memiliki kebutuhan yang berbeda.
Jika kamu melamar posisi seperti:
- Digital Marketing
- SEO Specialist
- Admin
- Content Writer
HRD akan mencari kata kunci yang berbeda di CV kamu.
Jika CV tidak relevan dengan posisi yang dilamar, kemungkinan besar HRD akan langsung melewatinya. Inilah salah satu alasan kenapa lamaran kerja tidak dipanggil interview. Pahami lebih dalam alasan kenapa CV yang sama bisa lolos di satu lowongan tapi gagal di lainnya.
4. CV Tidak Ramah ATS
Saat ini banyak perusahaan menggunakan ATS (Applicant Tracking System) untuk menyaring CV.
Jika CV tidak sesuai format yang mudah dibaca sistem, maka CV bisa langsung gugur sebelum dibaca HRD.
Beberapa tips CV agar lolos screening ATS antara lain:
- Gunakan format CV yang sederhana
- Hindari terlalu banyak tabel atau grafik
- Gunakan kata kunci yang sesuai dengan lowongan kerja
- Gunakan format file yang umum seperti PDF atau DOCX
Ini adalah salah satu faktor besar penyebab CV tidak dipanggil HRD yang sering tidak disadari pencari kerja.
5. Terlalu Banyak Informasi yang Tidak Relevan
Banyak orang merasa semua pengalaman harus dimasukkan ke dalam CV.
Akibatnya CV menjadi terlalu panjang dan sulit dibaca.
Contohnya:
- Hobi yang tidak relevan
- Pengalaman yang tidak berkaitan dengan pekerjaan
- Informasi yang sebenarnya tidak penting
HRD biasanya hanya menghabiskan beberapa detik untuk membaca CV pertama kali. Jika informasi penting tidak terlihat dengan cepat, CV kamu bisa langsung dilewati.
Karena itu penting untuk buat CV yang fokus pada hal paling relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar.
6. Tidak Menyertakan Pencapaian atau Portofolio
Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah tidak menampilkan bukti kemampuan.
Misalnya kamu bekerja di bidang:
- Desain
- Marketing
- SEO
- Content
- Programmer
HRD biasanya ingin melihat hasil pekerjaan kamu.
Menambahkan portofolio, link project, atau contoh hasil kerja bisa menjadi cara agar CV dilirik HRD.
Ini juga bisa menjadi pembeda antara kamu dan kandidat lain.
7. Cek Ulang Sebelum Kirim
Jangan sampai ada typo atau salah format. Ini kesannya kamu kurang serius. Jadi, cek lagi semua isi CV sebelum dikirim. Selain itu, jangan lupa terapkan cara update resume di JobStreet jika kamu melamar melalui portal tersebut agar profilmu selalu segar.
Baca juga: Contoh Ringkasan Diri CV yang Terlihat Profesional (Bukan Lebay)
baca juga: Cara Update Resume di JobStreet agar Lebih Mudah Dilirik Recruiter
Kesimpulan
Jika kamu merasa sudah buat CV yang bagus tapi tetap tidak dipanggil interview, kemungkinan ada beberapa kesalahan yang tidak disadari.
Beberapa kesalahan dalam membuat CV yang paling sering terjadi antara lain:
- Terlalu fokus pada desain
- Tidak menunjukkan pencapaian
- Tidak menyesuaikan CV dengan posisi yang dilamar
- Tidak ramah ATS
- Terlalu banyak informasi tidak relevan
- Tidak menyertakan portofolio
Dengan memperbaiki hal-hal tersebut, peluang kamu untuk mendapatkan panggilan interview bisa meningkat.
Jika CV kamu belum pernah diperbarui dalam waktu lama, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk cara memperbaiki CV agar dipanggil interview dan membuat CV yang lebih disukai HRD.